IAIN LANGSA

IAIN Langsa
FEBI IAIN Langsa Gelar Kuliah Umum

Kota Langsa, (Humas) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar kuliah umum yang berlagsung di aula Laboratorium Terpadu kampus setempat, Rabu (25/5/2022). 

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yaitu Kanwil DJP Imanul Hakim yang membahas generasi muda sadar pajak wujud bela negara dan Prof. Dr. Nazaruddin Abdul Wahid, MA mengupas tema tentang zakat dan pajak kajian integrasi dan regulasi dan diikuti oleh mahasiswa FEBI IAIN Langsa dan Politeknik LP3I Langsa.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Imanul Hakim mengatakan Literasi masyarakat terhadap pajak dinilai masih rendah.Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala pihaknya dalam mengoptimalkan pembayaran pajak. “Di Aceh kendala yang terbesar yaitu literasi masyarakat terhadap pajak masih rendah, didukung oleh kemampuan mereka (masyarakat) dalam mencatat dan membukukan penghasilan juga belum maksimal, sehingga kami banyak menemukan laporan SPT  itu bukan pengusaha yang buat, tapi orang lain, sehingga tidak bisa dianalisis laporannya. Kondisi ini diatas 50 persenlah. Memang SPT dilapor tapi tidak benar. Belum lagi ada yang sama sekali tidak melapor,”jelasnya.

Sambung Imanul Hakim, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi yang dibantu oleh  berbagai pihak, mulai dari relawan pajak yang ada di kampus hingga diharapka kedepan akan ada UMKM yang bisa membantu pengurusan jasa pembukan dan pelaporan.

Dalam memaksimalkan pembayaran pajak, pihaknya terus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga Pendapatan Asli Daerah juga meningkat.

“Kita tidak mungkin tarik pajak ketika masyarakat masih dalam kondisi miskin, makanya kami tidak hanya mencari pajaknya, tetapi mencari bagaimana PAD Aceh itu tinggi, bagaimana perjalanan ekonomi tumbuh dengan baik, sehingga pajak dengan otomatis meningkat,”imbuhnya.

DJP Provinsi Aceh juga sedang sedang berupaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terhadap usulan RPP Zakat sebagai pengurang pajak penghasilan, selain itu akan mengajukan RPP tentang pengelolaan sumber daya alam minerba di Aceh.

“Kalau itu jadi, mungkin Aceh satu – satunya Provinsi yang pengelolaannya sedikit berbeda tapi dampaknya akan luar biasa,”tandasnya. 

Dirinya juga mengatakan bahwa, untuk sadar pajak mahasiswa tidak cukup dengan sosialisasi seperti ini saja, namun harus mampu mempraktekkannya. “Bagaimana mahasiswa ekonomi bisa memiliki penghasilan sendiri, sehingga nanti baru paham bagaimana cara bayar pajaknya, selain itu mahasiswa juga bisa menjadi agen edukasi masyarakat taat pajak,”pungkasnya.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa Dr. Iskandar Budiman, M. CL menyebutkan, kuliah umum yang disajikan sangat istimewa, karena kehadiran DJP  Aceh diharapkan akan berdampak pada pengetahuan dan pemahaman kepada mahasiswa tentang pajak. 

“Untuk itu, mahasiswa sekalian harus serius mengikuti kuliah umum ini,”pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Langsa Dr. H. Muhammad Suhaili Sufyan, MA meminta para mahasiwa untuk tidak hanya sadar terhadap pembayaran pajak, namun harus mampu mengawal realisasi dari hasil pajak.

“Sadar pajak bukan hanya sadar membayar, tapi sadar pajak juga harus sadar dalam mengawal proses implementasi ataupun pelaksanaan dari hasil pajak yang diserahkan oleh masyarakat kemudian digunkan oleh negara dalam produk – produk pembangunan. Maka generasi muda harus sadar akan hal ini, sadar terhadap pembayaran pajak dan sadar juga untuk mengawalnya,”demikian ujarnya.